**Memperkuat Pertahanan Global: ASEANAPOL Bergabung dengan Operasi PANGEA XVII INTERPOL untuk Memerangi Produk Farmasi Palsu**
08 December 2024
Pada tanggal 28 November 2024, Sekretariat ASEANAPOL diwakili oleh Direktur Eksekutif, Kolonel David Martinez Vinluan, beserta para perwira polisi senior yaitu DSP Abdul Hamid Abdul Hashim, ASP Nithia Perumal, dan ASP Engku Nurul ‘Aini Engku Malek, dalam sesi briefing pra-operasional Operasi PANGEA XVII 2024 yang diselenggarakan oleh INTERPOL..
Sesi tersebut dipimpin oleh Tuan Perry NG, Pejabat Intelijen Kriminal INTERPOL yang bertanggung jawab atas isu jaringan kriminal, kesehatan masyarakat, dan kejahatan terkait obat-obatan. Sesi ini dihadiri oleh 105 peserta dari lebih dari 190 negara anggota INTERPOL. Keterlibatan peserta dari seluruh dunia ini menunjukkan betapa pentingnya respons yang terkoordinasi dan melibatkan berbagai sektor dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat akibat kejahatan terkait obat-obatan palsu..
Tujuan utama dari briefing tersebut adalah untuk mempersiapkan para peserta menghadapi peluncuran Operasi PANGEA XVII yang akan segera berlangsung. Para peserta diberikan wawasan mengenai ruang lingkup dan tujuan operasi tersebut, yang kini sudah memasuki edisi ke-17. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, Operasi PANGEA XVII tidak hanya melibatkan lembaga penegak hukum, tetapi juga jaksa, entitas sektor swasta, dan perusahaan pelayaran, mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Para peserta juga diberi informasi mengenai jenis obat-obatan dan peralatan farmasi yang menjadi sasaran operasi ini, dengan penekanan pada pengidentifikasi tren baru serta ancaman yang muncul terkait produk palsu..
Para pembicara dari INTERPOL memberikan panduan yang komprehensif kepada para peserta mengenai cara mendeteksi obat-obatan dan peralatan medis palsu. Fokus utama panduan tersebut adalah metode untuk mengidentifikasi produk palsu, melacak asal-usul barang palsu, serta mempertahankan bukti-bukti yang diperoleh melalui pelabelan dan pengkatalogan yang tepat. Teknik-teknik identifikasi yang praktis mencakup pengenalan ketidakkonsistenan pada penampilan produk, kemasan, dan labelnya. Para peserta juga dilatih untuk melacak negara asal produk palsu dengan memanfaatkan analisis rantai pasokan, alat-alat forensik, serta basis data internasional. Keterampilan-keterampilan ini sangat penting untuk mengidentifikasi pusat produksi barang palsu dan membongkar jaringan kejahatan transnasional..
Para pembicara menekankan sifat seriusnya kejahatan terkait obat-obatan, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Obat palsu telah dikaitkan dengan kematian dan berbagai komplikasi kesehatan yang serius di seluruh dunia, sehingga diperlukan tindakan penegakan hukum yang lebih ketat serta upaya untuk mempertanggungjawabkan pelakunya. Akibatnya, mereka yang terlibat dalam produksi, distribusi, atau perdagangan obat palsu kini dianggap sebagai target utama yang perlu ditindak. INTERPOL menegaskan bahwa para pelaku kejahatan serius tersebut akan menerima Peringatan Merah (Red Notice), yaitu peringatan internasional mengenai lokasi, penangkapan, dan proses ekstradisi mereka. Klasifikasi ini menunjukkan betapa pentingnya penangkapan para pelaku tersebut untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah kerugian lebih lanjut..
Pada akhir sesi tersebut, para peserta telah memperoleh pengetahuan serta alat-alat operasional yang diperlukan untuk memerangi kejahatan terkait produk farmasi palsu dalam rangka Operasi PANGEA XVII. Mereka belajar cara mendeteksi, melacak, memberi label pada, dan melaporkan produk farmasi palsu, serta memahami dengan jelas konsekuensi hukum bagi para pelaku kejahatan tersebut, terutama implikasi dari penerbitan Notifikasi Merah oleh INTERPOL. Keterlibatan Sekretariat ASEANAPOL dalam inisiatif global ini kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung kerja sama internasional dan memperkuat kemampuannya dalam memerangi kejahatan farmasi transnasional, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat di seluruh negara anggota ASEAN maupun di luarnya..
https://twitter.com/ASEANAPOL1981
https://instagram.com/aseanapol/
https://facebook.com/ASEANAPOL/
http://linkedin.com/in/aseanapol-secretariat-344498ab
https://tiktok.com/@aseanapol?_t=8jSYhy4nN2u&_r=1\
"Bersama-sama, kita menjaga wilayah ini tetap aman."

.jpeg)

English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский