Pertemuan ke-8 Jaringan Ilmu Kedokteran Forensik Kepolisian ASEAN (ASEAN Police Forensic Science Network/APFSN)
18 March 2026
Pertemuan Ke-8 Jaringan Ilmu Pengetahuan Kriminal Polisi ASEAN (ASEAN Police Forensic Science Network/APFSN)
Bangkok, Thailand – Pertemuan ke-8 Jaringan Ilmu Forensik Kepolisian ASEAN (ASEAN Police Forensic Science Network/APFSN) berhasil diselenggarakan pada tanggal 9–10 Maret 2026 di Chatrium Grand Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut diorganisir di bawah naungan Sekretariat ASEANAPOL, bekerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Thailand (Royal Thai Police/RTP) sebagai negara tuan rumah.
APFSN merupakan salah satu dari empat pertemuan sampingan resmi yang diadakan setelah Konferensi ASEANAPOL tahunan, dan berfungsi sebagai platform regional yang penting untuk memperkuat kerja sama di bidang ilmu forensik antara Negara-Negara Anggota ASEAN (AMC). Pada tahun 2026, Kepolisian Kerajaan Thailand dengan murah hati menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, menyusul kesuksesan Thailand dalam menjadi tuan rumah Konferensi ASEANAPOL ke-43 pada tahun 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para praktisi ilmu forensik dan perwakilan lembaga penegak hukum dari seluruh negara anggota ASEAN, serta perwakilan dari Sekretariat ASEANAPOL, yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif dan Direktur Layanan Kepolisian (Director for Police Services/DPS). Pertemuan ini memberikan kesempatan berharga bagi para ahli di seluruh kawasan untuk bertukar pengetahuan, berbagi praktik terbaik, dan membahas perkembangan terkini dalam ilmu forensik yang relevan dengan penyelidikan kriminal modern.
Selama pertemuan tersebut, Sekretariat ASEANAPOL juga memperkenalkan Prinsip-Prinsip Transformasi Regional 9 (Regional Transformation Principles 9/RTP-9) sebagai kerangka acuan untuk mendukung modernisasi dan penguatan kerja sama ASEANAPOL. Prinsip-prinsip tersebut menekankan pendekatan yang berorientasi pada hasil, yang didasarkan pada filosofi “Berpikir dengan Visi, Bertindak dengan Persatuan, dan Mencapai Hasil yang Nyata”. Prinsip-prinsip ini mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk meningkatkan kolaborasi, kapasitas profesional, serta efektivitas operasional dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional yang muncul.
Pembahasan lebih lanjut berfokus pada penguatan kerja sama teknis antar laboratorium forensik, promosi inisiatif pengembangan kapasitas, peningkatan pengembangan profesionalisme para praktisi forensik, perbaikan mekanisme berbagi informasi, serta penjelajahan teknik-teknik forensik inovatif untuk mengatasi tantangan kejahatan transnasional yang terus berkembang dan semakin kompleks.
Para peserta juga mempelajari teknologi-teknologi baru serta metode forensik canggih yang dapat lebih mendukung lembaga penegak hukum dalam menanggapi aktivitas kriminal yang kompleks. Melalui bantuan Sekretariat ASEANAPOL, APFSN terus memainkan peran penting dalam mempertemukan komunitas-komunitas ilmu forensik di seluruh kawasan serta memajukan pendekatan kolaboratif dalam kerangka kerja ASEANAPOL.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penegasan kembali oleh negara-negara anggota ASEAN akan komitmen mereka untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang ilmu forensik, serta terus meningkatkan kemampuan para praktisi forensik di seluruh wilayah, guna mendukung penyelidikan kriminal yang lebih efektif dan meningkatkan keamanan regional.
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский