Pertemuan Strategis Ketiga tentang Penipuan dengan Kartu Pembayaran, tanggal 13–14 Desember 2016, Bangkok, Thailand
09 January 2017
calendar_today
09 January 2017
Pada tanggal 13–14 Desember 2016, Direktur Layanan Kepolisian dari Sekretariat ASEANAPOL (PSSUPT FERDINAND RP BARTOLOME) menghadiri Pertemuan Strategis Ketiga tentang Penipuan dengan Kartu Pembayaran (Payment Card Fraud/PCF). Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Electronic Transactions Development Agency (ETDA), bekerja sama dengan European Cybercrime Centre (EC3) milik Europol, ASEANAPOL, dan INTERPOL, dengan dukungan dari Kepolisian Nasional Romania serta Kepolisian Kerajaan Thailand di Bangkok, Thailand..
Pertemuan selama dua hari ini mengumpulkan 30 petugas penegak hukum dari 4 negara anggota Uni Eropa, yaitu Austria, Yunani, Prancis, dan Rumania, beserta rekan-rekan mereka dari negara-negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand). Selain itu, juga hadir perwakilan dari sektor swasta, antara lain European ATM Security Team (EAST), Liquid Nexxus, National Bank of Thailand, dan bank-bank komersial di Thailand. Para peserta merangkum pencapaian operasional dalam upaya memerangi penipuan siber, serta menentukan langkah-langkah selanjutnya terkait keamanan metode pembayaran non-uang tunai..
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Mayor Jenderal Kepolisian Chayout Rattanaubol dari Biro Penyelidikan Pusat Kepolisian Kerajaan Thailand, serta Wakil Direktur Eksekutif ETDA, Chaichana Mitrpant. Pertemuan ini menyoroti pentingnya isu-isu yang dihadapi oleh lingkungan pembayaran digital, serta perlunya aliansi global yang kuat untuk memerangi penipuan siber..
Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa (UE) di Thailand, Luisa Ragher, menyampaikan pentingnya hubungan antar-regional antara lembaga penegak hukum dan sektor swasta dari Uni Eropa dengan Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN).).
Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Europol, fokus utama acara tersebut adalah pertukaran pengetahuan di bidang pencegahan dan penanganan penipuan melalui mesin ATM/POS, pengambilan data secara ilegal, malware yang digunakan untuk menyerang mesin ATM, serta penipuan dalam aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce). Berbagai metode penipuan baru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, yang baru-baru ini terdeteksi oleh berbagai unit penyelidik, dibagikan antar para ahli. Selain itu, kasus-kasus yang melibatkan penjahat Eropa yang aktif di Asia juga dibahas, sehingga dihasilkan rencana operasional untuk tindakan terkoordinasi di masa depan. Kepala unit EC3, Steven Wilson, berkata: “Keamanan transaksi elektronik sangat penting bagi perusahaan dan para pelanggan, dan hal ini tidak dapat dicapai tanpa kerja sama internasional yang kuat antara sektor publik dan swasta. Acara ini telah memberikan gambaran menyeluruh kepada komunitas penegak hukum mengenai jenis-jenis penipuan dalam transaksi pembayaran serta perkembangannya secara global.”."
Pusat Kejahatan Siber Eropa (European Cybercrime Centre) milik Europol secara konsisten menerapkan pendekatan proaktif dalam membantu lembaga penegak hukum di Uni Eropa (UE) untuk memerangi tindak penipuan menggunakan kartu pembayaran (payment card fraud/PCF). Dengan kerja sama antara ASEANAPOL dan INTERPOL, serta dukungan dari Kepolisian Nasional Rumania, telah diadakan tiga pertemuan strategis, termasuk pertemuan kali ini, untuk memulai penyelidikan bersama terkait kasus penipuan kartu pembayaran di wilayah UE dan Asia..
Hingga saat ini, EUROPOL aktif mengembangkan kerja sama internasional dalam memerangi penipuan pembayaran, yang merupakan salah satu prioritas Uni Eropa (Kriminalitas Siber – Penipuan Pembayaran; dipimpin oleh Kepolisian Rumania) dalam Rencana Kebijakan Uni Eropa 2014/2017 terkait kejahatan terorganisir dan kejahatan internasional serius, sebagaimana disetujui oleh Dewan Uni Eropa..






English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский