Direktur Bidang Perencanaan dan Program ASEANAPOL Berpartisipasi dalam Pertemuan Bilateral dengan Rekan-rekan dari INTERPOL di Lyon, Prancis
15 December 2024
calendar_today
15 December 2024
Selama berpartisipasi dalam Operasi HAECHI V yang diselenggarakan oleh Financial Crime and Anti-Corruption Centre (IFCACC) pada tanggal 25 hingga 28 November 2024 di kantor pusat INTERPOL di Lyon, Prancis, Letnan Kolonel Senior Polisi Nguyen Huu Ngoc, yang menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Program (DPP), mewakili Direktur Eksekutif David Martinez Vinluan serta Sekretariat ASEANAPOL. Sebagai bagian dari misi tersebut, ia mengikuti beberapa pertemuan bilateral dengan rekan-rekan dari INTERPOL untuk membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama..
Pertemuan dengan Direktorat Sistem Informasi INTERPOL
Sebuah pertemuan penting diadakan dengan Direktorat Sistem Informasi INTERPOL, yang diwakili oleh:
- Tuan Thierry Ray (Direktur),
- Tuan Dany Donnen (Asisten Direktur, Sub-Direktorat Layanan Pelanggan Teknologi Informasi),
- Tuan Pierre Negre (Kepala Cabang, Pusat Panggilan – Sub-Direktorat Layanan Pelanggan Teknologi Informasi),
- Tuan Wee Min Wong (Manajer Proyek Teknologi Informasi),
- dan Tuan Katsuhiro Yamauchi (Koordinator Kantor Dukungan – Sub-Direktorat Layanan Pelanggan Teknologi Informasi).
Pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada pembentukan koneksi jaringan pribadi virtual (virtual private network/VPN) yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, antara Sekretariat Umum INTERPOL dan Sekretariat ASEANAPOL. Selain itu, proposal tersebut juga mencakup penggunaan infrastruktur cloud INTERPOL untuk menampung server, sehingga memudahkan integrasi Sistem Basis Data ASEANAPOL secara elektronik, serta penciptaan sistem peringatan (notification alerts) yang aman untuk modul-modul ACCPCM, DVI, dan CSI. Direktorat Sistem Informasi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, yang akan diwujudkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang disusun berdasarkan template yang digunakan untuk mitra pengamat (observer) dan mitra dialog INTERPOL. Proses penyelesaian proposal diperkirakan akan segera selesai, dengan kunjungan lanjutan tim Direktorat Sistem Informasi INTERPOL ke kantor pusat ASEANAPOL di Kuala Lumpur yang direncanakan pada Januari 2025..
Kerjasama dengan Unit Narkoba INTERPOL
Di luar agenda pertemuan evaluasi, DPP berdialog dengan perwakilan dari Unit Narkoba INTERPOL, termasuk Tuan Alfonso C. Mejuto Rodriguez (Koordinator) dan Tuan Gonzalo Giordano (Petugas Intelijen Kriminal di Sub-Direktorat Jaringan Kriminal). Dialog tersebut membahas perdagangan narkoba secara internasional dan regional, dengan fokus pada aktivitas para petani, produsen, pengangkut, pemasok, serta pedagang narkoba dan bahan pendahulunya. Topik-topik kerjasama yang dibahas meliputi penilaian ancaman, analisis intelijen kriminal terkait rute perdagangan narkoba, metode operasional para pelaku, serta jaringan kriminal yang terlibat. Pembahasan juga mencakup pengembangan arsip analisis narkoba dan upaya peningkatan kapasitas melalui pelatihan serta dukungan operasional. Minat ASEANAPOL untuk berpartisipasi dalam operasi dan proyek bersama, seperti AIRCOP dan MAYAG (yang bertujuan mengatasi perdagangan narkoba ilegal antarregional yang mempengaruhi Asia Tenggara dan wilayah lainnya), juga ditekankan. Pertemuan diakhiri dengan komitmen untuk terus menjalin kerjasama lebih erat dengan INTERPOL guna meningkatkan pelaksanaan resolusi-resolusi yang disepakati selama Konferensi ASEANAPOL ke-42..
Pertemuan dengan Program Senjata Api INTERPOL
Pengembangan kerja sama yang signifikan lainnya terjadi dengan Program Senjata Api INTERPOL, di mana DPP bertemu dengan Tuan Joaquim Rodrigues (Koordinator) dan Tuan Pierre Sauer (Analis Kebijakan). Pembicaraan berfokus pada penguatan upaya memerangi penyelundupan senjata api serta peningkatan kerja sama regional dan global untuk mengatasi perdagangan senjata api ilegal. Topik-topik utama yang dibahas meliputi identifikasi rute penyelundupan, analisis ancaman baru terkait penyelundupan senjata api, serta pengambilalihan senjata api ilegal sekaligus penanganan penyalahgunaannya dalam aktivitas kriminal. Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya memanfaatkan sepenuhnya Jaringan Informasi Balistik INTERPOL (INTERPOL Ballistic Information Network/IBIN), sebuah sistem yang memungkinkan lembaga penegak hukum membandingkan data balistik (seperti gambar bekas peluru dan proyektil) serta menghubungkan berbagai kasus kejahatan di berbagai yurisdiksi. DPP menyatakan komitmen ASEANAPOL untuk memanfaatkan alat dan keahlian INTERPOL dalam memerangi perdagangan senjata ilegal serta meningkatkan kemampuan lembaga penegak hukum dalam mendeteksi dan menghentikan jaringan perdagangan senjata api. Pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya berbagi informasi dan bekerja sama secara operasional untuk mengatasi tantangan lintas batas yang ditimbulkan oleh penyelundupan senjata api serta aktivitas kriminal terkait dengannya..
Keselarasan dengan Upaya Kepolisian Global
Pertemuan-pertemuan bilateral ini sejalan dengan tujuan yang lebih luas, yaitu memperkuat struktur kepolisian global, serta menekankan pentingnya sinergi antara INTERPOL dan organisasi-organisasi kepolisian regional seperti ASEANAPOL, AMERIPOL, AFRIPOL, EUROPOL, FRONTEX, CARICOM, serta UNODC. Melalui kerja sama ini, ASEANAPOL kembali menegaskan komitmennya untuk beraksi secara kolektif dalam mengatasi kejahatan terorganisir transnasional yang mempengaruhi negara-negara dan wilayah di seluruh dunia..
#ASEANAPOL #Interpol adalah badan kepolisian internasional yang bertugas membantu negara-negara anggotanya dalam menangani berbagai jenis kejahatan, termasuk kejahatan transnasional. Interpol memiliki sistem komunikasi dan koordinasi yang efektif untuk memastikan penanganan kasus kejahatan yang cepat dan efisien.
"Bersama-sama, kita menjaga wilayah ini tetap aman."


English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский