Tiongkok memberlakukan tindakan tegas terhadap vaksin COVID-19 palsu.
03 March 2021
SHANGHAI: Tiongkok sedang menindak keras kejahatan yang terkait dengan vaksin, dengan melakukan puluhan penangkapan terkait produksi dan distribusi vaksin COVID-19 palsu, praktik pemerasan harga, serta pemberian vaksin secara ilegal, demikian menurut kantor berita resmi Xinhua pada hari Senin (15 Februari).
Pihak berwenang telah menangkap 70 tersangka hingga hari Rabu, dalam 21 kasus yang terkait dengan vaksinasi. Banyak di antara mereka yang terdeteksi pada fase-fase awal peluncuran program vaksinasi tersebut.
Sebuah kelompok tersangka memperoleh keuntungan sekitar 18 juta yuan (2,8 juta dolar AS) dengan mengemas larutan garam atau air mineral menjadi 58.000 dosis vaksin palsu, menurut Xinhua. Pemimpin kelompok tersebut, yang ditangkap pada Hari Natal tahun lalu, diidentifikasi hanya berdasarkan nama belakangnya, yaitu Kong.
Dalam kasus lainnya, vaksin palsu dijual dengan harga yang tinggi, digunakan dalam program vaksinasi darurat di rumah sakit, atau diselundupkan ke luar negeri, tambahnya.
Kejaksaan Rakyat Tertinggi China mendesak lembaga-lembaga regional untuk bekerja sama dengan polisi dalam mengambil tindakan yang cepat dan tegas guna membatasi aktivitas semacam itu, demikian menurut pernyataan resmi tersebut.
Tiongkok, yang telah memberikan 40,52 juta dosis vaksin kepada kelompok-kelompok penting pada hari Selasa, berhasil mengendalikan pandemi tersebut berkat langkah-langkah ketat seperti pembatasan pergerakan (lockdown), pemeriksaan, dan pelacakan kasus.
Sumber: Reuters
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский