Memperkuat Keamanan Regional Melalui Operasi Bersama, ASEANAPOL, dan INTERPOL
20 April 2025
Pada tanggal 1 April 2025, sejalan dengan sesi debriefing regional INTERPOL mengenai Operasi Liberterra II serta lokakarya CCISOM, Letnan Kolonel Polisi Nguyen Huu Ngoc (Direktur Perencanaan dan Program) mewakili Sekretariat ASEANAPOL beserta Direktur Eksekutifnya, David Martinez Vinluan, dalam pertemuan koordinasi yang diselenggarakan oleh INTERPOL NCB Hanoi..
Pertemuan tersebut mengumpulkan para pemangku kepentingan utama dari Tim Manajemen Perbatasan Terpadu (Integrated Border Management Task Force/IBMTF) INTERPOL, yang diwakili oleh Tuan Didier Clergot (Koordinator), serta tim pendukung penyelidikan terhadap buronan di kawasan Asia Tenggara (Fugitive Investigation Support/FIS) yang dipimpin oleh Nyonya Keratova Katarina (Asisten Direktur FIS INTERPOL). Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai departemen kepolisian dan keamanan di Kementerian Keamanan Publik Vietnam..
Pembahasan tersebut berfokus pada operasi bersama yang dijadwalkan untuk bulan Mei 2025, dengan tujuan memperkuat pengelolaan perbatasan serta mempermudah proses identifikasi dan penangkapan para buronan di pos pemeriksaan internasional utama yang tersebar di sejumlah negara anggota ASEAN..
Di luar sesi pertemuan, Letnan Kolonel Ngoc melakukan diskusi bilateral dengan rekan-rekan dari INTERPOL untuk memperkenalkan inisiatif baru ASEANAPOL yang ditujukan pada pusat-pusat panggilan penipuan yang terkait dengan perdagangan manusia dan tindak kejahatan paksa di seluruh Asia Tenggara..
Inisiatif ini berfokus pada…:
- Melakukan studi situasional serta penilaian terhadap model operasional Pusat Anti-Penipuan Nasional.;
- Meningkatkan inisiatif pembangunan kapasitas bagi lembaga penegak hukum di wilayah tersebut;
- Mengusulkan penerbitan Notifikasi Khusus ASEANAPOL–INTERPOL bagi para korban yang dipaksa melakukan kejahatan berbasis teknologi siber melalui pusat panggilan penipuan (scam call centers)..
Letnan Kolonel Ngoc menegaskan kembali komitmen ASEANAPOL untuk menggerakkan sumber daya selama fase operasional serta mendukung tindakan bersama dengan INTERPOL, terutama di negara-negara percontohan yang telah ditentukan. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan alat dan layanan INTERPOL untuk memperkuat respons di tingkat lapangan serta mendukung penyelidikan terhadap para buronan yang terlibat dalam jaringan kejahatan tersebut..
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama dari ASEANAPOL dan INTERPOL untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi ancaman yang semakin meningkat, seperti penipuan siber, perdagangan manusia, dan kejahatan terorganisir transnasional di seluruh Asia Tenggara..
“Bersama-sama, kita menjaga kawasan ini tetap aman..”
.jpeg)

English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский