Pertemuan Kelima Personel Kontak ASEANAPOL, Swiss Garden, Kuala Lumpur (29 September – 3 Oktober 2014)
13 November 2014
calendar_today
13 November 2014
Pertemuan Kelima Pejabat Kontak ASEANAPOL (5th ASEANAPOL Contact Persons Meeting) diselenggarakan di The Swiss Garden Hotel, Kuala Lumpur, pada tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2014. Pertemuan ini diprakarsai oleh Sekretariat ASEANAPOL dan dihadiri oleh 10 negara anggota ASEANAPOL serta mitra dialog ASEANAPOL, yaitu Interpol, Federasi Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Turki juga hadir sebagai pengamat.
Pertemuan tersebut dimulai dengan pidato pembuka dari Direktur Eksekutif Sekretariat ASEANAPOL, diikuti oleh presentasi dari pihak-pihak berikut:
- Direktur Layanan Kepolisian yang membahas pentingnya, arti, serta perubahan-perubahan menuju pengelolaan data yang lebih baik terkait sistem e-ADS; anggota Kelompok Kerja Pertama Institut Forensik untuk Kepolisian ASEAN; penanganan kejahatan terhadap satwa liar; platform media sosial ASEANAPOL; buletin ASEANAPOL, serta video-video terkait kegiatan kepolisian.
- Pembentangan oleh Direktur Bidang Perencanaan dan Program mengenai program serta kegiatan untuk periode kuartal ke-4 tahun 2015, program dan kegiatan untuk tahun 2015 secara keseluruhan, anggaran untuk tahun fiskal 2015, serta kontribusi finansial yang diberikan untuk tahun 2015. Di samping itu, ditetapkan pula masa jabatan para direktur yang akan bertugas, yang telah disetujui dalam Konferensi ASEANAPOL. Superintendan Yuli Cahyanti dari Kepolisian Nasional Indonesia terpilih sebagai Direktur Bidang Perencanaan dan Program untuk periode 2015–2016. Konferensi tersebut juga menyetujui perpanjangan masa jabatan Direktur Layanan Kepolisian saat ini, ACP Mohamad Anil Shah Bin Abdullah, hingga tanggal 31 Desember 2015.
- Paparan dari masing-masing negara anggota mengenai tindak lanjut terhadap Komunike Bersama Konferensi ASEANAPOL ke-34.
- Pembentangan materi dari mitra dialog dan pengamat mengenai pembangunan kapasitas serta pelatihan.
- Pembentangan oleh Komite Internasional Palang Merah (International Committee of Red Cross/ICRC)
- Pembentangan/Demonstrasi tentang Alat-Alat Modern dalam Bidang Kepolisian oleh Perusahaan TASER.
Pertemuan tersebut menghasilkan diskusi yang produktif, dan para peserta mencapai kesepakatan mengenai isu-isu berikut:
6. 2015 BUDGE T
Pertemuan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Ketua kepada para delegasi atas dukungan dan diskusi yang produktif selama pertemuan berlangsung. Semua delegasi juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Sekretariat ASEANAPOL atas sambutan hangat yang diberikan kepada mereka.
- Permintaan dari Britania Raya untuk mendapatkan status sebagai pihak pengamat (observer).
- Pada dasarnya, ASEANAPOL menerima status pengamat dari Inggris berdasarkan konsensus yang dicapai. Sesuai dengan Pasal 5, Ayat 7 dari Ketentuan Pelaksanaan (TOR), konsensus tersebut akan disebarluaskan kepada semua Kepala Kepolisian ASEAN dan dilaporkan pada Pertemuan EXCO dalam rangka Konferensi ASEANAPOL.
- Negara-negara anggota diwajibkan berkonsultasi dengan semua lembaga terkait mereka, kemudian memberikan masukan kepada Sekretariat setidaknya dua bulan sebelum konferensi. Setelah itu, Sekretariat akan menyusun dokumen tersebut untuk mendapatkan persetujuan.
- Sebuah dokumen konsep akan disusun mengenai kebutuhan akan perpustakaan elektronik maupun perpustakaan fisik, dengan mempertimbangkan faktor biaya dan ketersediaan ruang.
- Sekretariat akan mengedarkan pedoman yang telah diubah tersebut, dan meminta orang yang bertanggung jawab untuk menghubungi Kepala Kepolisian guna mendapatkan persetujuannya.
6. 2015 BUDGE T
- Negara-negara anggota diwajibkan untuk mengirimkan kontribusi finansial mereka secepat mungkin.
- Semua negara anggota setuju dengan usulan untuk mengamandemen Pasal 14, dan pasal tersebut akan dirumuskan ulang pada Konferensi ASEANAPOL berikutnya yang diadakan di Indonesia.
- Semua negara anggota diminta untuk menyelidiki makna sebenarnya dari ASEANAPOL dan mengirimkan masukan mereka kepada Sekretariat dalam waktu 1 bulan. Sekretariat akan menyusun laporan mengenai topik ini untuk dibahas pada Pertemuan EXCO dalam rangka Konferensi ASEANAPOL ke-35 di Indonesia.
- Semua negara anggota sepakat untuk memungkinkan Sekretariat ASEANAPOL mempelajari Pedoman INTERPOL terkait penerimaan harta warisan, serta menyebarkannya kepada semua negara anggota dalam waktu 2 minggu setelah pertemuan ACPM ke-5.
Pertemuan diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Ketua kepada para delegasi atas dukungan dan diskusi yang produktif selama pertemuan berlangsung. Semua delegasi juga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Sekretariat ASEANAPOL atas sambutan hangat yang diberikan kepada mereka.




























English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский