Workshop Dokumen Perjalanan Palsu oleh UK National Crime Agency (UK NCA) tahun 2023 akan diadakan di Hanoi, Vietnam, pada tanggal 23–25 Mei 2023.
18 June 2023
Mulai tanggal 23 Mei“RD” bisa memiliki beberapa arti, tergantung pada konteksnya. Berikut adalah beberapa kemungkinan: 1. **Research and Development (Penelitian dan Pengembangan)**: Istilah ini umum digunakan dalam bidang teknologi, bisnis, atau pendidikan untuk merujuk pada proses pengembangan produk, layanan, atau metode baru melalui penelitian ilmiah. 2. **Resident Doctor (Dokter Residen)**: Dalam dunia kedokteran, “RD” bisa merujuk pada seorang dokter yang sedang menjalani program pendidikan residen. 3. **Red Data (Data Merah)**: Dalam bidang teknologi informasi, “RD” bisa merujuk pada data yang bersifat sensitif atau rahasia, yang perlu diolah dengan hati-hati. 4. **Random Distribution (Distribusi Acak)**: Dalam statistik, “RD” bisa merujuk pada metode distribusi data secara acak. 5. **Record Date (Tanggal Catatan)**: Dalam akuntansi, “RD” bisa merujuk pada tanggal pembuatan catatan atau transaksi. Untuk mendapatkan arti yang lebih tepat, akan lebih baik jika Anda memberikan lebih banyak konteks atau menjelaskan maksud dari singkatan “RD” tersebut. hingga 25**Th:** Tidak ada arti khusus dari kata “th” dalam konteks ini. Kemungkinan besar, ini merupakan kesalahan pengetikan atau istilah yang tidak umum digunakan. Jika Anda memiliki informasi tambahan mengenai kata ini, silakan beritahu saya agar saya dapat membantu lebih lanjut., Pada tahun 2023, UK National Crime Agency (UK NCA) mengadakan lokakarya tentang dokumen perjalanan palsu di Hanoi, Vietnam. Lokakarya tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Sekretariat ASEANAPOL, antara lain Letnan Kolonel Nguyen Huu Ngoc (Direktur Bidang Perencanaan dan Program), Supt. Azrul Hisham Mohd Shaffei (Kepala Staf Administratif dan Teknis), serta ASP. Engku Nurul ‘Aini Engku Malek (Petugas Bidang Perencanaan dan Program II). Peserta kursus pelatihan berasal dari kekuatan penegak hukum dari sembilan negara anggota ASEANAPOL, yaitu Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam..
Workshop dimulai dengan pidato pembuka dari Tuan David Coyle, Direktur Regional NCA. Tuan Coyle menjelaskan tujuan-tujuan workshop tersebut, yang antara lain meningkatkan pertukaran informasi dan intelijen, mengembangkan basis data regional mengenai dokumen perjalanan yang dicuri atau hilang, serta dokumen perjalanan palsu, menerapkan alat dan layanan keamanan perbatasan yang efektif, dan memupuk kerjasama di antara negara-negara peserta..
Dengan judul “Dokumen Perjalanan Palsu”, lokakarya ini merupakan upaya kolaboratif antara ASEANAPOL, UK NCA (National Crime Agency), dan National Document Fraud Unit (NDFU). Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Natasha Brunning dan Sarah Thomas, para ahli pemeriksa dokumen imigrasi dari NDFU Immigration Enforcement (Kementerian Dalam Negeri Inggris). Tujuan lokakarya ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta tentang cara mengenali dokumen keamanan yang dibuat secara ilegal serta mendeteksi penggunaan dokumen asli yang bersifat palsu. Lokakarya juga menekankan pentingnya kerja sama antar departemen pemerintah, memberikan pelatihan dalam mendeteksi dokumen palsu dan penipu, menunjukkan bagaimana informasi dari penemuan dokumen palsu dapat digunakan untuk mengungkap dan menggagalkan kegiatan kejahatan terorganisir, serta memfasilitasi diskusi dan komunikasi antar negara-negara peserta..
Workshop tersebut menggabungkan pengajaran teoretis dengan latihan praktis, mencakup berbagai topik seperti fitur keamanan pada dokumen identitas, paspor asli yang diperoleh secara curang, serta pelatihan dalam membuat dokumen palsu (termasuk visa, halaman dokumen yang diganti, dan gambar). Sesi praktis diadakan untuk melatih peserta dalam mengidentifikasi berbagai jenis penipuan terkait dokumen. Para ahli dari NDFU membagikan pengetahuan mereka dan memberikan pelatihan guna meningkatkan kemampuan petugas polisi dan pejabat imigrasi dalam mendeteksi serta mencegah penggunaan dokumen perjalanan palsu..
Selama workshop selama tiga hari tersebut, para peserta memperoleh wawasan berharga dan mempelajari teknik-teknik baru untuk mendeteksi serta mencegah penggunaan dokumen perjalanan palsu secara efektif. Mereka memperdalam pemahaman mereka mengenai fitur-fitur keamanan yang terdapat pada dokumen perjalanan asli, serta mempelajari metode-metode yang digunakan oleh para penjahat untuk membuat dokumen yang menipu. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini akan sangat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan perbatasan dan menjaga keselamatan wilayah ASEAN. Selain itu, workshop ini juga memberikan kesempatan unik bagi para peserta untuk membangun hubungan profesional dengan para pejabat dari berbagai lembaga penegak hukum perbatasan di negara-negara anggota ASEAN..
Sekretariat menyampaikan rasa terima kasih kepada UK NCA atas peran penting mereka dalam memperkuat upaya kolektif untuk memerangi kejahatan serta menjamin keselamatan dan keamanan kawasan ASEAN. Sekretariat juga berharap adanya program pelatihan yang lebih maju, khususnya bagi petugas penegak hukum di negara-negara anggota ASEAN, guna lebih efektif mengatasi masalah dokumen perjalanan palsu di masa depan..
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
English
Melayu
Indonesia
ภาษาไทย
Tiếng Việt
ភាសាខ្មែរ
ພາສາລາວ
မြန်မာ
Filipino
中文
Español
Русский